Untitled

Salah satu teman baikku dari SD sedang berduka. Ayahnya meninggal kemarin. Dia pasti sangat terpukul. Kenapa tidak? Baru saja beberapa bulan kemarin, Ibunya pergi meninggalkan dia. Sekarang Ayahnya pun ikut menyusul Ibunya.

Bisa dibilang aku tumbuh bersama keluarga itu. Waktu SD, masih baru di daerah itu aku ga kenal siapa-siapa, kalau jemputan belum datang, aku dan adikku selalu menunggu di rumahnya. Orang Tuanya sangat baik. Menganggap aku dan adikku bukan orang asing. Padahal kami bukan orang daerah itu..

Waktu aku lebaran di Namlea kemarin, Ibunya sudah pergi lebih dulu. Trus aku dengar kabar kalau Ayahnya juga sakit keras. Yang bikin aku ga tahan nangis, gimana anak-anaknya? Temanku itu seumuran sama aku, anak pertama, dia sekolah di luar kota sendirian. Dan dia punya 3 adik yang harus dijaga. Gimana adiknya yang paling kecil? Dia kan masih butuh perhatian... Apalagi ini tahun terakhir di SMA..

Terakhir ngobrol sama temanku itu, kita bicara tentang masa depan. Dia ingin melanjutkan ke IPDN... Semoga saja bisa tercapai. Kalau dia mau, dia boleh sering-sering main ke rumahku. Rumahnya selalu terbuka untukku. Rumahku pun akan selalu terbuka untuknya.

Ya Allah, tegarkan hati temanku itu. Buat dia kuat menghadapi cobaan-Mu.
Aku sayang dia dan keluarganya...

Senyum selalu, Andin!!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

My Favorite KPop Song Is In Japanese Too!

I Failed